Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts

Wednesday, January 4, 2012

RAT


Membasmi tikus terkadang agak sulit. Hewan ini cukup cerdik dan curiga terhadap racun dan jebakan. Ditambah lagi kecepatan reproduksinya yang bisa membuat jumlahnya cepat berlipat ganda. Kalau dibiarkan, tikus akan membentuk koloni.

Ada dua cara praktis agar tikus hengkang dari rumah. Pertama, tindakan pengendalian dengan menggunakan umpan dan jebakan berbasis alat dan bahan racun. Cara kedua menggunakan perangkap dan pengusir tikus yang disokong dengan alat canggih beraliran listrik.

Ada banyak metode pengendalian hama tikus dengan umpan dan jebakan. Namun yang paling umum digunakan adalah penjepit, kurungan, dan lem tikus. Jebakan dengan model kurungan relatif lebih aman karena tidak menggunakan bahan kimia beracun. Tikus atau bangkainya juga tidak sulit dicari karena berada di dalam perangkap, melekat pada lem atau di dalam kurungan. Kapasitas kurungan dapat menampung sekitar 15-20 tikus. Itu termasuk tikus got yang berukuran sekitar 25cm. Kurungan tikus punya kelemahan pula. Kurungan itu mudah dipelajari oleh tikus. Misalnya, ada tikus yang terperangkap, dan secara bersamaan ada tikus lain yang bebas. Tikus yang bebas itu biasanya tidak akan melintas pada area kurungan tersebut.

Racun tikus mampu membunuh tikus dalam waktu singkat. Cara ini cukup efektif ketika populasi tikus melonjak tinggi. Racun berbentuk serbuk hitam itu ditabur pada makanan semisal, sisa keju, daging, atau kacang-kacangan. Tikus lantas melahap makanan bercampur racun. Setelah satu jam, racun bereaksi dalam tubuh. Lama-lama, tikus pun klenger. Umpan racun tikus ada kelemahannya juga. Tikus tidak akan menyentuh umpan itu kalau temannya sudah tewas setelah melahap makanan tadi. Kelemahan lain adalah tikus yang terkontaminasi racun bisa mati di mana saja. Dengan begitu, bangkai tikus tidak bisa dideteksi dengan cepat. Deteksi bangkai biasanya dilakukan dari sumber bangkai yang menyengat. Kalau tidak segera ditemukan, bangkai tikus bisa menimbulkan penyakit.

Racun lain berbentuk butiran dengan campuran bahan yang disukai tikus. Biasanya racun, yang mengandung warfarin, bekerja dengan membuat pendarahan di retina mata tikus. Racun akan membuat daya pandang dan daya tahan tikus jadi menurun. Lama-lama, tikus akan mati kelelahan mencari tempat terang agar pandangannya semakin jelas. Biasanya tikus akan mati dalam waktu sekitar empat hari.

Selain perangkap tikus model konvensional, sekarang juga banyak tersedia perangkap tikus elektrik, yang bekerja dengan listrik AC, maupun dengan baterei. Prinsip kerjanya sama dengan perangkap tikus biasa. Tikus dipancing dengan umpan untuk masuk ke dalam perangkap. Setelah itu, tikus akan mati akibat sengatan listrik alat tersebut. Perangkap ini juga dilengkapi dengan lampu indikator yang menyala hijau jika ada tikus yang terperangkap. Pengguna dapat mengetahui dengan mudah dan segera membuang bangkai tikus. Tidak adanya zat kimia beracun yang digunakan jadi kelebihan alat ini. Bangkai tikus juga mudah dibuang sehingga tidak mencemari rumah. Selain dengan sengatan listrik, ada juga yang membunuh tikus dengan menggunakan karbondioksida.

Lain lagi dengan pengusir tikus elektrik. Alat ini bekerja dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik ini menggangu saraf pendengaran tikus, juga serangga lainnya. Akan tetapi aman bagi manusia dan hewan peliharaan.

Beragam perangkap dan racun tikus bisa dipakai dan dikombinasikan sesuai kebutuhan. Jika memang tidak bisa menanggulanginya sendiri, Anda bisa menggunakan jasa teknisi ahli. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga agar tikus tidak datang lagi ke rumah. Setelah populasi tikus habis, bersihkan area yang menjadi sarang tikus. Tutup jalan masuk tikus ke rumah.
Continue reading...

Friday, July 29, 2011

Deteksi Penyakit (Melalui Kuku)


Sebuah studi menyebutkan warna kuku bisa menjadi alternatif untuk mengetahui penyakit apa yang sedang diderita. Setiap orang memiliki tipe kuku berbeda, mulai dari tekstur, warna hingga kekuatannya. Dan setiap jenis kuku memiliki arti tersendiri, terutama dalam kaitannya dengan jenis penyakit. Kuku adalah jendela ke dalam tubuh seseorang. Melalui kuku dapat terlihat kemungkinan penyakit apa saja yang sedang berproses dalam tubuh.

1. Kuku kuning
Salah satu penyebab paling umum kuku berwarna kuning adalah infeksi jamur. Semakin memburuknya infeksi bisa membuat kuku tidak tumbuh sehat, menebal, dan rapuh. Kuku kuning juga menunjukan kondisi lebih serius seperti penyakit tiroid parah, paru-paru, diabetes, atau psoriasis.

2. Kuku bengkak dan terlipat
Jika kulit di sekitar kuku terlihat merah dan bengkak, ini dikenal sebagai peradangan yang menunjukan adanya penyakit lupus dan gangguan jaringan ikat.

3. Garis hitam
Periksakan segera jika ada garis hitam di kuku Anda. Ini terkait gejala melanoma atau yang dikenal dengan kanker kulit dari jenis yang paling berbahaya.

4. Menggigit kuku
Menggigit kuku mungkin buat Anda hanyalah kebiasaan. Padahal ini sangat mungkin menandakan kecemasan yang berlebihan dan membutuhkan pengobatan karena menderita gangguan obsesif-kompulsif. Jadi, jika Anda tidak bisa berhenti, ada baiknya berdiskusi dengan dokter Anda.

5. Kuku kebiruan
Kuku berwarna kebiruan menandakan tubuh tidak mendapatkan oksigen cukup. Ini mengindikasikan adanya infeksi di paru-paru seperti pneumonia. Jika hanya sedikit kebiruan di ujung bawah kuku bisa juga menandakan diabetes.

6. Kuku pucat
Kuku berwarna pucat atau cenderung berwarna putih kadang-kadang terkait penuaan. Tetapi ada empat penyakit serius yang mungkin saja ditandai dengan kuku berwarna pucat ini, misalnya, anemia, gagal jantung, pengidap penyakit hati atau juga gizi yang buruk.

7. Kuku putih
Jika kuku berwarna putih dengan ujung atas berwarna gelap mengindikasikan adanya masalah pada hati seperti hepatitis.

8. Kuku kasar
Jika permukaan kuku berkerut dan berbunyi jika diadu ini merupakan tanda awal dari psoriasis atau inflamasi arthritis. Perubahan warna kuku dapat terlihat merah kecokelatan.

9. Kuku retak
Kuku terlihat kering, rapuh dan sering retak telah lama dikaitkan dengan penyakit tiroid. Jika membelah dan berwarna kuning ada kemungkinan ini karena infeksi jamur.
Continue reading...

Thursday, May 20, 2010

Kenali Tanda-Tanda Penyakit Ginjal


Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal terletak di sebelah kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (disebut kelenjar suprarenal). Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.

Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, tidak jarang seseorang kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya sebelum mulai merasakan keluhan. Pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti:
  1. Tekanan darah tinggi
  2. Perubahan jumlah kencing dan ada darah dalam air kencing
  3. Bengkak pada kaki dan pergelangan kaki
  4. Rasa lemah serta sulit tidur
  5. Sakit kepala
  6. Sesak, merasa mual dan muntah.
Setiap orang dapat terkena penyakit ginjal, namun mereka yang disarankan melakukan pemeriksaan dini adalah orang yang memilik faktor risiko tinggi, yakni mereka yang memiliki riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan dokter sakit ginjal. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal kita. Yang paling umum adalah pemeriksaan urin. Adanya protein atau darah dalam kencing menunjukkan kelainan dari ginjal. Selain itu, kita juga bisa melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kreatinin dan urea dalam darah. Jika ginjal tidak bekerja, kadar kedua zat itu akan meningkat dalam darah. Pemeriksaan lanjutan untuk mengenali kelainan berupa pemeriksaan radiologis dan biopsi ginjal. Biasanya pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan sesuai saran dokter.

Gangguan ginjal bisa dicegah dengan berbagai cara, terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berhenti merokok, memperhatikan kadar kolesterol, kendalikan berat badan, menghindari kekurangan cairan dengan cukup minum air putih tidak lebih dari 2 liter setiap hari. Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan tahunan pada dokter, mintalah pula agar urin diperiksa untuk melihat adanya darah atau protein dalam urin. Berhati-hatilah dalam menggunakan obat anti nyeri khususnya jenis obat anti inflamasi non steroid.
Continue reading...
 

Hanya Catatan ku Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
Girl Illustration Copyrighted to Dapino Colada