Showing posts with label Ginjal. Show all posts
Showing posts with label Ginjal. Show all posts

Friday, June 24, 2011

Daun Sukun Untuk Kesehatan


Sukun merupakan tanaman terkenal di seluruh dunia. Ia termasuk famili Moraceae, yang berjuluk bradfruit. Biasanya tanaman sukun diperbanyak dengan stek akar atau cangkok. Walau tanaman ini dapat diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk pada batang bawah semai keluwih, cara ini tidak dianjurkan karena persentase keberhasilannya rendah dan relatif lama. Tanaman sukun baik dikembangkan di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut yang bertipe iklim basah. Curah hujan antara 2.0003.000 mm per tahun. Tanah aluvial yang mengandung banyak bahan organik disenangi oleh tanaman sukun. Derajat keasaman tanah sekitar 6-7. Tanaman sukun relatif toleran terhadap pH rendah, relatif tahan kekeringan, dan tahan naungan. Di tempat yang mengandung batu karang dan kadar garam agak tinggi serta sering tergenang air, tanaman sukun masih mampu tumbuh dan berbuah.

Banyak orang memanfaatkan daun sukun untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Selain menurunkan kadar kolesterol darah, ada pula yang menjadikannya sebagai solusi untuk menyelamatkan ginjal. Manfaat daun sukun memang sudah menjadi bagian dari sejarah pengobatan herbal Indonesia. Daun sukun diyakini mengandung beberapa zat berkhasiat seperti asam hidrosianat, asetilcolin, tanin, riboflavin, dan sebagainya. Zat-zat ini juga mampu mengatasi peradangan, berguna bagi proses penyembuhan penyakit kardiovaskular.

Untuk mendapatkan khasiat daun sukun secara maksimal, sebaiknya pilih daun sukun yang memiliki warna hijau mencolok alias tidak terlalu tua ataupun terlalu muda. “Kandungan klorofil atau zat hijau daun sukun itulah yang memberikan berikan manfaat bagi kesehatan. Saat mengeringkan, sebaiknya jangan langsung kena matahari. Cukup diangin-anginkan hingga daun menjadi kering.

1. Mengatasi gangguan ginjal: Membuat ramuan rebusan daun sukun, cukup sederhana dan mudah:
-Ambil segenggam daun sukun kering (kurang lebih 15 gram) yang telah dirajang atau dipotong kecil`kecil. Seduh dengan air panas seperti membuat teh. Ramuan tersebut disaring untuk diambil airnya. Rasanya memang agak pahit, untuk menguranginya dapat ditambahkan gula batu atau madu.
- Cara lain, ambil 3 lembar daun hijau tua tetapi masih menempel di dahan. Cuci bersih pada air mengalir. Rajang daun-daun itu, lalu jemur (jangan langsung kena terik matahari) sampai kering, Siapkan wadah lalu isi dengan air bersih 2 liter. Wadah sebaiknya terbuat dari gerabah tanah, bisa juga berupa panci stainless steel. Didihkan sampai volume air tinggal separuhnya. Selanjutnya, tambahkan air bersih 1 liter, dan didihkan lagi sampai separuh. Ambil dan saring. Warna air rebusan daun sukun adalah merah, mirip teh. Karena rasanya agak pahit, boleh ditambahkan gula batu atau madu.
- Agar Anda tidak repot bolak-balik mengambil 3 lembar daun, sebaiknya siapkan rajangan daun sukun kering untuk seminggu. Caranya, siapkan lembar daun hijau tua sebanyak 3 x 7 = 21 lembar. Lalu, persis dengan cara di atas, hingga Anda punya sejumlah rajangan an daun sukun kering, dibagi-bagi menjadi 7 bungkus. Tiap hari ambil sebungkus, rebus, saring dan minum.

2. Meredam laju kolesterol jahat dalam darah.
“Ramuannya sama dengan untuk ginjal, hanya ditambah bangle.
Ambil segenggam daun sukun yang sudah kering (15 gram), kemudian campur dengan daun bangle dengan ukuran yang sama atau dua sendok teh serbuk bangle. Seduh dengan air mendidih seperti membuat teh. Jika tak kuat rasa pahitnya, Anda juga bisa menambahkan rasa manis dari gula batu atau madu..

3. Asam urat
Ambil segenggam daun sukun yang telah dikeringkan (15 gram), campur dengan segenggam daun greges otot (atau dua sendok teh dalam bentuk serbuk). Seduh dengan air mendidih, lalu saring. Setelah dingin minum seperti halnya teh. Dapat juga ditambahkan gula batu atau madu.

Catatan
Selama meminum ramuan daun sukun, hindari makan sayur bayam, daun singkong dan kangkung serta jeroan atau daging merah, karena dapat meningkatkan kekentalan darah yang membuat otot menjadi kram.
Continue reading...

Thursday, May 20, 2010

Kenali Tanda-Tanda Penyakit Ginjal


Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal terletak di sebelah kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (disebut kelenjar suprarenal). Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.

Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, tidak jarang seseorang kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya sebelum mulai merasakan keluhan. Pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti:
  1. Tekanan darah tinggi
  2. Perubahan jumlah kencing dan ada darah dalam air kencing
  3. Bengkak pada kaki dan pergelangan kaki
  4. Rasa lemah serta sulit tidur
  5. Sakit kepala
  6. Sesak, merasa mual dan muntah.
Setiap orang dapat terkena penyakit ginjal, namun mereka yang disarankan melakukan pemeriksaan dini adalah orang yang memilik faktor risiko tinggi, yakni mereka yang memiliki riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan dokter sakit ginjal. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal kita. Yang paling umum adalah pemeriksaan urin. Adanya protein atau darah dalam kencing menunjukkan kelainan dari ginjal. Selain itu, kita juga bisa melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kreatinin dan urea dalam darah. Jika ginjal tidak bekerja, kadar kedua zat itu akan meningkat dalam darah. Pemeriksaan lanjutan untuk mengenali kelainan berupa pemeriksaan radiologis dan biopsi ginjal. Biasanya pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan sesuai saran dokter.

Gangguan ginjal bisa dicegah dengan berbagai cara, terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berhenti merokok, memperhatikan kadar kolesterol, kendalikan berat badan, menghindari kekurangan cairan dengan cukup minum air putih tidak lebih dari 2 liter setiap hari. Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan tahunan pada dokter, mintalah pula agar urin diperiksa untuk melihat adanya darah atau protein dalam urin. Berhati-hatilah dalam menggunakan obat anti nyeri khususnya jenis obat anti inflamasi non steroid.
Continue reading...

Thursday, March 18, 2010

Green Tea


Setiap orang pasti pernah minum teh karena teh dapat menghangatkan tubuh kita. Minuman ini juga dapat mencegah atau membantu penyembuhan penyakit ringan sejenis influenza hingga yang berat seperti kanker.

Teh hijau mengandung suatu zat yang disebut zat polyphenols yang dapat membantu mencegah penyakit jantung dan kanker. Tetapi jika mengkonsumsi teh hijau yang mengandung zat polyphenols dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. Mengkonsumsi teh dapat mengakibatkan rangsangan seringnya berkemih, sehingga banyak minum teh pada penderita gagal ginjal akan semakin mengganggu fungsi ginjal yang sebelumya sudah mengalami kerusakan. Jika salah satu organ penting tubuh kita mengalami gangguan serius, berbagai tata laksana dan pengaturan diet tentu menjadi prioritas untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut. Contohnya ginjal yang berperan penting menyaring racun, bila fungsi ginjal terganggu, maka zat sisa termasuk racun yang harusnya dibuang melalui urin, akan menumpuk dan beredar bersama aliran darah. Sulitnya pengeluaran racun ini dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi tubuh lainnya, sehingga salah satu cara menghindari tertimbunnya racun adalah dengan mewaspadai jenis makanan dan asupan cairan yang dikonsumsi penderita. Protein, kalium, natrium dan fosfor merupakan substansi makanan yang sukar dicerna oleh ginjal yang mengalami gangguan fungsi.

Manfaat teh hijau bagi kesehatan:
  1. Mencegah dan menurunkan tekanan darah tinggi
  2. Mencegah timbulnya kadar gula darah yang tinggi
  3. Menurunkan kadar kolesterol
  4. Menurunkan resiko terkena berbagai penyakit hati
  5. Menurunkan resiko terkena stroke
  6. Membantu tubuh dalam melawan virus (influenza)
  7. Dapat menghambat penurunan fungsi syaraf
  8. Memperbaiki fungsi kognitif
  9. Bermanfaat bagi kesehatan gusi
  10. Mencegah sesak nafas
  11. Mengurangi stress
  12. Menghilangkan kelelahan dan keletihan
  13. Mampu mencegah timbulnya penyakit kanker
  14. Mampu mengendalikan pertumbuhan tumor
  15. Membantu penyembuhan penyakit kanker
  16. Membantu menurunkan berat badan
  17. Mengurangi resiko timbulnya radang sendi/reumatik
  18. Berfungsi sebagai anti radang tenggorokan
  19. Mencegah osteoforosis
  20. Mencegah timbulnya alergi
  21. Melindungi liver
  22. Mencegah hepatitis
  23. Membantu menghalangi penyebaran virus HIV
  24. Mengurangi bahaya merokok
  25. Memperlambat penuaan
  26. Baik dikonsumsi untuk penderita diabetes
  27. Mencegah keracunan makanan
Continue reading...
 

Hanya Catatan ku Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
Girl Illustration Copyrighted to Dapino Colada