Showing posts with label kandung Empedu. Show all posts
Showing posts with label kandung Empedu. Show all posts

Thursday, March 21, 2013

Tips Pencegahan Batu Empedu


Batu empedu adalah batu yang berada di kandung empedu atau saluran empedu. Ada tiga jenis batu empedu:   
  1. Batu campuran, yang terdiri dari campuran kolesterol dan pigmen empedu yang berasal dari pemecahan lemak. Batu jenis ini paling umum dan dapat berkembang secara bersamaan tetapi cenderung berukuran kecil-kecil.
  2. Batu kolesterol, terutama terdiri dari kolesterol. Batu jenis ini bisa mencapai diameter 1,25 cm sehingga cukup besar untuk memblokir saluran empedu. Jumlah batu kolesterol jarang mencapai lebih dari dua.
  3. Batu pigmen, terutama terdiri dari pigmen empedu. Batu pigmen hadir dalam jumlah besar tetapi ukurannya kecil-kecil. Kebanyakan terjadi karena penyakit.
Kandung empedu terletak tepat di bawah hati dan berfungsi menyimpan empedu yang diproduksi hati. Kandung empedu bisa menyimpan sekitar 0,4 liter empedu. Hati menghasilkan sekitar satu liter empedu setiap hari.
Empedu adalah cairan hijau kekuningan (kadang-kadang kehitaman) yang diperlukan untuk pencernaan makanan berlemak di usus kecil. Selain mengandung air (95%), empedu juga mengandung kolesterol, garam empedu, garam mineral dan pigmen.
Ketika makanan masuk ke dalam duodenum (bagian pertama dari usus kecil), hormon duodenal diekskresikan. Hormon ini dialirkan darah ke kantong empedu dan menyebabkan dindingnya berkontraksi untuk mengeluarkan empedu. Empedu ini akan keluar melalui saluran empedu, melalui lubang sempit ke duodenum. Garam mineral pada empedu menetralisir keasaman makanan saat dicerna di usus. Asam empedu dan garam empedu memecah lemak, sehingga dapat diolah enzim pencernaan.

Sebagaimana disebutkan di atas, kebanyakan batu empedu terbentuk dari kolesterol. Kolesterol cair biasa hadir di kandung empedu dan saluran empedu dalam kondisi normal. Namun, kolesterol cair tersebut dapat menjadi jenuh bila terlalu banyak kolesterol atau terlalu sendikit asam empedu. Hal itu memungkinkan kolesterol mengkristal dan menggumpal menjadi batu empedu.

Dalam kebanyakan kasus, batu empedu tidak menimbulkan gejala. Bila menimbulkan gejala, biasanya karena batu empedu menyumbat saluran empedu sehingga menimbulkan apa yang disebut kolik bilier/kolik empedu. Dalam kondisi tersebut, Anda akan merasakan nyeri hebat di perut bagian kanan atas, yang mungkin menyebar hingga ke tulang belikat, bahu dan dada. Rasa sakit biasanya disertai mual dan muntah. Gejala kolik bilier mungkin berkurang dengan berjalan kaki atau membalik-balikkan tubuh dengan posisi berbeda di tempat tidur. Rasa sakit bisa tiba-tiba berhenti bila batu pecah atau kandung empedu terlalu lelah untuk terus menekan.

Sumbatan kronis batu empedu dapat menimbulkan penyakit kuning. Kelangkaan empedu untuk mencerna makanan menyebabkan gejala sakit perut disertai kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan. Air seni dan tinja berubah menjadi kecoklatan. Sendawa, mual, nyeri dan ketidaknyamanan di perut bagian kanan atas terutama dirasakan setelah mengonsumsi lemak dan sayuran tertentu seperti kubis, bayam, telur atau cokelat.

Batu empedu meningkatkan risiko infeksi. Bila itu terjadi, gejala khas infeksi berupa demam tinggi akan muncul, yang mungkin disertai penyakit kuning. Infeksi dapat terjadi di kandung empedu (kolesistitis), saluran empedu (kolangitis), darah (sepsis), atau pankreas (pankreatitis).
Faktor risiko batu empedu dikenal dengan singkatan 4F, yaitu Forty, Female, Fat, Family. Artinya, batu empedu lebih umum pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, wanita, kegemukan dan punya riwayat keluarga terkena batu empedu.
  • Usia lanjut. Batu empedu jarang sekali menyerang di usia 25 tahun ke bawah. Sekitar 30% lansia diperkirakan memiliki batu empedu, meskipun kebanyakan tidak menimbulkan gejala.
  • Wanita. Wanita lebih banyak terkena batu empedu dibandingkan pria. Pada wanita insidennya sekitar 2 per 1000, dibandingkan hanya 0,6 per 1000 pada pria. Pada wanita hamil, kandung empedu menjadi lebih rendah dan batu empedu bisa berkembang. Hormon wanita dan penggunaan pil KB juga diduga ikut berperan.
  • Obesitas. Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang kuat untuk batu empedu, terutama di kalangan wanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan memiliki BMI lebih dari 32 memiliki risiko tiga kali lebih besar untuk mengembangkan batu empedu dibandingkan yang memiliki BMI antara 24 s.d. 25.  Risiko meningkat tujuh kali lipat pada wanita dengan BMI lebih dari 45.
  • Genetik. Bila keluarga inti Anda (orangtua, saudara dan anak-anak) memiliki batu empedu, Anda berpeluang 1½ kali lebih mungkin untuk mendapatkan batu empedu.

Kebanyakan batu empedu ditemukan secara kebetulan dengan USG perut atau pemeriksaan sinar-X. Mereka disebut “batu diam” (silent stones) yang tidak menunjukkan gejala.
  • Obat-obatan. Selain untuk memerangi kolik akut dan rasa nyeri, obat-obatan juga dapat digunakan untuk memecah batu empedu. Pengobatan memerlukan setidaknya 6 sampai 12 bulan dan berhasil melarutkan batu pada 40-80% kasus. Penggunaan obat direkomendasikan bila gejala ringan dan batu-batunya kecil atau operasi dinilai terlalu berisiko.
  • Pembedahan. Pasien dengan batu empedu yang sangat mengganggu mungkin harus menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedunya. Pembedahan bisa dilakukan secara terbuka (kolistektomi terbuka) atau tertutup (kolistektomi laparoskopik). Bedah terbuka adalah cara klasik untuk mengangkat kandung empedu. Prosedur ini membutuhkan insisi perut dan pasien harus dirawat di rumah sakit selama lima sampai tujuh hari. Kolistektomi laparoskopik adalah prosedur baru di mana kandung empedu diambil dengan selang berlampu(disebut laparoskop) melalui insisi kecil di perut. Dokter bedah melakukan pembedahan dengan melihat ke monitor televisi. Dengan bedah ini, pasien meninggalkan rumah sakit lebih cepat.

Tips untuk Anda
  1. Jika Anda telah memiliki batu empedu, Anda perlu membatasi makanan berlemak dan memperbanyak makanan berserat, karena serat dapat mencegah pembentukan batu empedu lebih lanjut.
  2. Bila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan secara bertahap sangat penting untuk mencegah dan meminimalkan keluhan batu empedu.
  3. Tidak mengudap sebelum tidur. Makanan kecil sebelum tidur dapat menaikkan garam empedu dalam kandung empedu.
  4. Membiasakan minum kopi dan makan kacang-kacangan. Selain berbagai manfaat lainnya, ada beberapa bukti bahwa kopi bisa mengurangi risiko mengembangkan batu empedu, setidaknya pada orang berusia 40 hingga 75 tahun. Dalam sebuah studi pengamatan yang melacak sekitar 46.000 dokter laki-laki selama 10 tahun, mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi berkafein setiap hari mengurangi risiko pengembangan batu empedu sampai 40%. Dalam studi lain, konsumsi kacang tanah atau kacang-kacangan lainnya juga berhubungan dengan risiko yang lebih rendah untuk kolesistektomi.
Continue reading...

Sunday, February 28, 2010

Radang Kandung Empedu


Kandung (kantong) empedu adalah organ kecil berwarna kehijauan, letaknya dibawah liver (hati) yang berperan dalam mencerna makanan. Bentuknya seperti kantung yang digunakan untuk menampung cairan empedu yang mengandung garam empedu dan lemak. Radang kandung empedu atau biasa disebut kolesistitis adalah peradangan pada dinding kandung empedu akibat batu empedu. Penyebabnya karena pola makanan yang buruk, terutama yang tinggi lemak. Penyakit kandung empedu biasanya menyerang orang-orang yang kelebihan berat badan dan sering menyerang wanita yang berusia 40 tahun keatas. Peradangan kandung empedu menimbulkan sakit di sebelah kanan atas perut, dan sakit tersebut menjalar ke bahu kanan. Bila penyakit datang, penderita akan merasakan nyeri yang sifatnya hilang timbul dan berpindah-pindah tempat. Tetapi tidak semua radang kandung empedu disebabkan oleh batu empedu. Pecahan batu empedu di dalam kantong dan saluran empedu dapat menyebabkan iritasi pada dinding kantong empedu dan saluran empedu yang menyebabkan infeksi. Bila hal ini tidak segera diatasi, akan menyebabkan kantong empedu menyusut dan tidak berfungsi dengan baik.

Radang kandung empedu (kolesititis) terdiri dari :
1. kolesititis akut (acalculous cholecystitis)
Disebut akut karena rasa nyeri yang timbul secara tiba-tiba, dan dimulai tanpa infeksi walaupun nantinya akan terjadi infeksi juga. Peradangan ini menyebabkan cairan dalam kandung empedu menumpuk dan dinding kandung empedu menebal. Kolesititis akut jarang sekali terjadi tanpa batu empedu. Peradangan empedu ini biasanya terjadi setelah cedera serius, luka bakar, pembedahan, infeksi yang menyebar keseluruh tubuh, puasa terlalu lama, pasien yang menerima makanan lewat infus dalam jangka waktu lama, defisiensi sistem imun.

2. Kolesititis kronis
Yaitu peradangan menahun yang disebabkan serangan kolesititis akut yang sering kambuh. Hal ini menyebabkan penebalan dinding kandung empedu, yang semakin lama akan semakin mengecil dan kehilangan kemampuan menjalankan fungsinya, yaitu menyimpan cairan empedu.

Gejala-gejala yang terjadi pada penderita kandung empedu:
  1. Nyeri pada bagian kanan atas perut seperti gejala sakit maag/tukak lambung
  2. Nyeri yang hilang timbul dan berpindah-pindah tempat dari sebelah kanan atas perut lalu mengarah ke punggung, dan berpindah lagi ke bahu dan ke dada depan.
  3. Biasanya rasa sakitnya akan timbul antara 1-2 jam setelah makan. Menyebabkan penderita kehilangan selera untuk makan karena takut merasakan sakit sesudah makan.
  4. Gangguan pencernaan, perasaan mual yang disertai dengan muntah-muntah dan berkeringat dingin.
  5. Perut terasa kembung terutama sesudah makan-makanan yang berlemak, makanan yang digoreng, dan sayur-sayuran hijau.
  6. Rasa sakit lebih sering timbul pada waktu malam hari, sehingga membangunkan penderita secara mendadak.
  7. Kulit berwarna kuning (apabila batu empedu menghalangi saluran empedu).
  8. Suhu badan menjadi tinggi.
  1. Extra Vit C : untuk mengurangi timbunan kolesterol.
  2. Vit E : mencegah dan melarutkan batu empedu.
  3. Vit B Complex : membantu membersihkan kandung empedu secara efisiensi.
  4. Lesitin : membantu mengurangi tumpukan lemak dan kolesterol dalam liver.
  5. Temulawak : mengandung khasiat antiradang dan antiracun untuk membantu menurunkan kolesterol jahat.
Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah peradangan kandung empedu:
  1. Jaga berat badan ideal dengan pola makan tinggi serat.
  2. Kurangi karbohidrat halus, gula dan lemak.
  3. Biasakan minum air sedikitnya 8 gelas setiap hari.
  4. Membiasakan makan buah dan sayuran, oat bran dan pektin (jenis serat yang sifatnya larut air dan dapat membantu menurunkan kolesterol) pada apel, kubis, wortel, jeruk, kacang polong, dan oyong berguna mencegah dan membantu menghancurkan batu empedu.
Continue reading...
 

Hanya Catatan ku Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
Girl Illustration Copyrighted to Dapino Colada