Showing posts with label Antikanker. Show all posts
Showing posts with label Antikanker. Show all posts

Saturday, November 24, 2012

Manfaat Sirsak Si Pembunuh Sel Kanker


KANKER menjadi momok banyak orang di seluruh dunia hingga kini. Saat banyak penelitian dilakukan untuk menemukan obat kanker terbaik, buah sirsak ternyata menyimpan keunggulan ini.

Manfaat Setiap Bagian Sirsak

Nama sirsak berasal dari bahasa Belanda “zuur zak”, artinya buah yang asam, atau Soursop (Inggris). Bagian tanaman mulai bunga, daun, buah, biji, kulit, dan akar dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional.

Pada awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa Cytotoxic, pada daun sirsak yang mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker). Senyawa ini memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan pengobatan kanker saat ini, antara lain membunuh kanker secara efektif dan aman, tanpa menyebabkan rasa mual dan muntah serta tanpa kehilangan berat badan maupun kerontokan rambut dalam jumlah besar.

Daun sirsak diketahui mengandung zat annonaceous acetogenins yang mampu 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker daripada zat adriamycin, yang biasa dipakai dalam pengobatan kemoterapi. Zat acetogenins dapat membunuh aneka jenis kanker, seperti kanker usus, tiroid, prostat, paru-paru, payudara, dan pankreas bahkan penyakit ambeien tanpa merusak atau mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Hal ini telah diteliti di Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika Serikat di bawah pengawasan the National Cancer Institute, Amerika Serikat.

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi olahan daun sirsak sebagai pengobatan terhadap kanker atau tumor, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau herbalis tempat Anda selama ini melakukan pengobatan. Sebab, dikhawatirkan Anda mempunyai alergi terhadap sirsak atau obat yang selama ini Anda konsumsi berefek terbalik dengan senyawa dalam daun sirsak.

Cara Pemakaian Daun Sirsak Untuk Pengobatan/Perawatan Kanker

Daun sirsak dapat dimanfaatkan untuk membantu para penderita kanker. Berikut adalah cara mengolah daun sirsak menjadi minuman yang berkhasiat.

Daun Sirsak Segar
  • Ambil 10-15 lembar daun ukuran sedang (tambahkan atau kurangi sesuai ukuran daun)
  • Cuci bersih dengan air mengalir, jangan direndam.
  • Potong sedikit bagian pangkal dan ujungnya (lebih mudah menggunakan gunting)
  • Rebus 3 gelas/600cc air. Sebaiknya menggunakan panci tembikar yang khusus untuk merebus obat, biasanya untuk obat China.
  • Setelah air mendidih, masukan daun sirsak, kecilkan api kompor, dan biarkan selama 20 – 30 menit sampai air tinggal 1 gelas.
  • Tuang air rebusan daun ke dalam gelas, buang daunnya.
  • Tunggu hingga air menjadi hangat, minum sekali habis.
  • Untuk penderita kanker, minumlah 2 gelas sehari.
  • Untuk menjaga kesehatan, minumlah 1 gelas sehari atau 2 hari.
Pada saat merebus sebaiknya menggunakan kendi atau panci yang terbuat dari tanah liat agar kemurnian zat yang ada pada daun sirsak tetap terjaga. Air rebusan diminum selagi hangat setiap hari,  pagi dan sore hari selama 3-4 pekan.

Perlu diperhatikan, pengambilan daun sirsak sebaiknya dimulai dari daun ke-4 atau ke-5 dari ujung pucuk. Hal ini dikarenakan pada daun yang terlalu muda, senyawa belum banyak terbentuk. Sementara pada daun yang tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang

Daun Sirsak Kering
Selain teknik pengolahan di atas, secara umum terdapat pengolahan lain daun sirsak, yaitu dengan memanfaatkan daun sirsak kering 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air (400 cc) sehingga tersisa 1 gelas air rebusan. Proses perebusan lebih cepat prosesnya dibanding cara di atas. Proses pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari terik karena dikhawatirkan akan merusak  senyawa  dalam daun sirsak.

Daun sirsak kering memiliki senyawa yang tetap sama dengan daun sirsak basah karena yang berkurang dalam proses pengeringan hanya kadar airnya. Sementara, senyawa dalam daun tetap terjaga. Penyimpanan daun sirsak dalam lemari pendingin maksimal sepekan sejak pemetikan karena proses pendinginan yang lama dikhawatirkan akan merusak senyawa dalam daun selain aroma daun yang tidak enak karena proses fermentasi.

Penting:
  • Air rebusan jangan dibiarkan terlalu lama karena banyak mengandung antioksidan. Antioksidan mudah bereaksi dengan oksigen sehingga khasiatnya berkurang.
  • Untuk penderita kanker, minumlah 2 gelas sehari.
  • Untuk menjaga kesehatan, minumlah 1 gelas sehari, atau 2 hari sekali.
  • Istirahatlah 1 – 2 hari (tidak minum daun sirsak) setelah rutin selama seminggu, atau istirahat 3 – 5 hari setelah rutin selama sebulan. Hal ini karena daun sirsak dapat mengurangi jumlah mikroba usus. Waktu istirahat untuk menormalkan flora usus kembali.
  • Disarankan minum Yakult atau prebiotik lain untuk menjaga kondisi flora usus (jangan minum berbarengan dengan daun sirsak).
Reaksi pengobatan
Reaksi pengobatan menggunakan olahan daun sirsak umumnya bereaksi setelah 3-7 hari setelah pengobatan secara rutin 2 kali sehari meskipun ada juga yang baru bereaksi setelah 1 bulan konsumsi rutin untuk dapat merasakan manfaat penyembuhannya.

Ekskresi sel kanker yang mati  bisa melalui keringat, urine, dan feses sehingga umumnya terapi menggunakan herbal daun sirsak sebagai pengobatan akan berefek hangat/panas pada bagian tubuh yang sakit, sering kencing, dan berkeringat deras.
Cepat lambatnya reaksi tubuh terhadap penggobatan atau efek samping pengobatan berbeda pada setiap orang dipengaruhi oleh faktor, seperti usia, ketahanan tubuh penderita, tingkat stadium kanker/tumor, dan jenis kanker atau tumornya. umumunya efek meminum ramuan daun sirsak adalah perut akan terasa hangat/panas dan badan berkeringat deras.

”Bila reaksi tidak ada, cek kembali secara detail, mulai dari pemilihan alat dan bahan, teknik pengambilan daun, cara pengolahan, bahkan teknik konsumsinya apakah rutin atau tidak, karena semua merupakan satu kesatuan yang wajib dipenuhi agar hasilnya maksimal,”.

Cek kondisi penyakit Anda sebelum pengobatan dan periksa kembali dua pekan setelah pengobatan untuk melihat sejauh mana reaksi pengobatan dengan metode ini. Bila tidak ada pengaruh selama dua bulan konsumsi, padahal sudah menjalankan pengolahan dengan benar, maka pengobatan dengan olahan daun sirsak ini bisa ditingggalkan.

Untuk pencegahan: dapat dilakukan dengan mengkonsumsi secara teratur buah sirsak baik dengan cara dimakan langsung atau dalam bentuk jus buah. ”Untuk penderita maag yang khawatir asam lambungnya naik karena konsumsi  buah sirsak yang agak asam, sebaiknya mengonsumsi buah 1 jam setelah makan. Bila menderita sakit maag yang cukup akut, konsumsi buahnya bisa dilakukan dengan cara mengukus daging sirsak terlebih dahulu agar rasa asam berkurang".

Sumber: Berbagai artikel
Continue reading...

Thursday, September 30, 2010

Vinca Rosea For Health


Vinca Rosea known as an ornamental plant. The flowers are trumpet-shaped pink color like rose, with dark red in the middle, white with red in the middle. Name of site Doro / vinca known as tapakdara (pigeon trail) because of the long oval fruit were arranged in pairs, reminding people with toes (site) pigeon. Plants are lush with flowers blooming all year round this would make a great expanse of plants, barrier, edge crop (edging) or in pots.

Vinca Rosea has the power of environmental adaptation is quite good. Pest plants and aphids only about stem rot due to fungi. This disease can be overcome by keeping the media clean and spraying fungicide and insecticide on a regular basis. Almost all parts of the plant vinca beneficial to health. The leaves contain compounds that vincristine and vinblastine alkoloid. Both these compounds are potent antineocristine against cancer cells. Other plant parts such as flowers, fruit and stems contain alkoloida catharantine known as anti-cancer. Alkaloida catharantine contain substances similar to plasma cell cancer, if consumed, the cancer cells in the body will absorb it. As a result, the nucleus of cancer cells will be pressed and disappear.

In addition to overcoming cancer, and vindoline leurisine compounds contained vinca can be used as a substitute insulin for diabetics. Meanwhile, vinblastine and vincristine active substance believed to be able to tame leukemia, swelling of the spleen, breast cancer and malignant tumors.

Efficacy for the treatment of
  1. Burns: Pick a few leaves, finely mashed with rice until mushy. Glue on the exposed parts of the body burns. Acute lymphocytic leukemia: Drinking water decoction of 15 grams of vinca. Vinca Rosea leaf decoction is also suitable for curing hypertension or high blood pressure and diabetes.
  2. As a breast cancer drug: boil 22 vinca leaves and fruits of fennel (Foeniculum vulgare) and bark pulasari (Alyxia reinwardti) with three glasses of water. Season to taste brown sugar. After boiling until only half, strain. Decoction drunk three times a day each half-cup. Treatment is for at least a month.
Continue reading...

Wednesday, April 21, 2010

Tanaman Rosela Sebagai Obat


Tanaman rosela adalah tanaman hias, tetapi banyak orang memanfaatkannya menjadi tanaman obat yang dipercaya dapat mengobati penyakit. Tanaman Rosela memiliki spesies lebih dari 300 spesies yang tersebar pada daerah tropis dan non tropis, salah satu spesies rosela adalah rosela merah atau rosela Hibiscus Sabdariffa. Tanaman rosela dapat tumbuh di segala macam tanah, tetapi paling cocok pada tanah yang subur dan gembur, rosela juga tidak tahan terhadap genangan air. Nama rosela terkenal hampir di seluruh penjuru dunia, akhir-akhir ini tanaman rosela juga mulai populer di Indonesia.

Dahulu kelopak Rosela (dikenal dengan sebutan frambozen) digunakan sebagai bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas. Tetapi sekarang, kelopak Rosela dikenal sebagai bahan minuman yang disebut teh Rosela. Kelopak Rosela dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dalam bentuk seduhan seperti teh. Kelopak Rosela segar juga dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk makanan seperti puding, campuran salad, hingga selai dan sirup. Kelopak bunga rosela mengandung vitamin C, vitamin A, asam amino yang diperlukan oleh tubuh, juga mengandung protein dan kalsium. Daun, buah dan biji rosela berperan sebagai diuretik, antisariawan dan pereda nyeri. Zat aktif yang paling berperan dalam kelopak rosela meliputi gossypetin, antosianin dan glucoside hibiscin. Kelopak rosela lebih berkhasiat jika dikonsumsi dalam bentuk segar.

Kelopak bunga rosela berkhasiat untuk:
  1. Meningkatkan Stamina dan daya tahan tubuh
  2. Diuretik (melancarkan air seni)
  3. Onthelmintic(membasmi cacing)
  4. Antibakteri, antiseptik dan antiradang
  5. Menurunkan panas dan mengatasi panas dalam
  6. Meluruhkan dahak
  7. Menurunkan tekanan darah
  8. Mengurangi kekentalan darah
  9. Menstimulasi gerak peristaltik usus
  10. Obat sariawan
  11. Untuk mengatasi kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan jantung
  12. Mengobati sembelit
  13. Mengurangi resiko osteoporosis
  14. Mencegah kanker darah.
  15. Rosela juga membantu para pecandu. Misal perokok dapat mengurangi dampak negatif nikotin, dapat mengurangi ketergantungan pada narkoba
  16. Khusus untuk anak-anak karena rosela mengandung OMEGA3, maka dapat memacu pertumbuhan DHA.
Kadar antioksidan yang terkandung dalam kelopak kering Rosela dapat menghambat radikal bebas, dan kadarnya lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman obat lainnya. Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah kelopak bunga Rosela dan bersifat antioksidan. Perbandingan kadar antosianin yang bersifat antioksidan dapat dilihat pada dua jenis rosela yaitu rosela Sudan yang berwarna merah pekat kehitaman dan rosela Taiwan berwarna merah darah. Rosela Sudan rasanya lebih asam dan lebih pekat sehingga kelopak keringnya dapat digunakan hingga 2-3 kali seduh, sedangkan rosela Taiwan hanya dapat digunakan untuk satu kali seduh. Semakin pekat warna merah pada kelopak rosela maka rasanya akan semakin asam. Dan kandungan antosianin dan antioksidannya semakin banyak. Tetapi kadar antioksidan dalam kelopak Rosela menjadi berkurang jika dikeringkan dengan proses pemanasan (dipanggang dalam oven). Ada spesies lain dari Rosela yang disebut Native Rosela (Hibiscus heterophyllus) yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal jika dikonsumsi. Bunganya segar mirip Rosela (Hibiscus sabdariffa). Jenis rosela langka yang lebih besar tebal berwarna ungu saat masih segar dan berwarna merah tua saat dikeringkan. Memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi.

Di antara banyak khasiatnya, Rosela diunggulkan sebagai herba antikanker dan hipertensi karena pigmen alami dari kelopak kering Rosela terbukti efektif dalam menghambat dan sekaligus mematikan sel kanker darah/leukemia. Pigmen ini juga berperan dalam proses apoptosis/membunuh sel kanker. Biasanya penyajian yang sering dilakukan adalah mengeringkan lalu seduh menjadi secangkir teh. Rasanya sendiri agak kecut-kecut.
Cara penyajian :
  • Seduh 3 atau 5 bunga Rosella dengan segelas air panas (250cc) lalu diaduk. Diamkan sekitar 5 menit.
  • Beri gula atau madu sesuai selera.
  • Dapat disajikan hangat atau dingin.
Continue reading...
 

Hanya Catatan ku Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
Girl Illustration Copyrighted to Dapino Colada